MCC HOMEMADE

Loading...
More Next Blog»

Thursday, 8 February 2018

Create Blog Sign In

About Me

Blog Archive

t t

Resep yang akan saya share kali ini adalah Omah Semut, Endog Semut alias Thiwul Manis. Sedikit cerita ya, di jaman penjajahan dulu, kata Nenek saya, nasi itu termasuk makanan yang mewah. Rakyat kecil cuma bisa menikmati makanan dari tumbuhtumbuhan lainnya seperti sorghum, talas, jagung, singkong dan yang lainnya. Thiwul adalah salah satunya. Bahan utamanya berasal dari singkong yang dikeringkan ( gaplek ) dan ditumbuk hingga menjadi tepung. Karena itulah dijaman dulu thiwul identik dengan kemelaratan dan kemiskinan. Makanan yang dijaman dulu karena keadaan terpaksa dimakan, sekarang menjadi makanan yang banyak dicari dan menjadi makanan favorit. Penduduk di daerah Pegunungan Seribu seperti Pacitan, Wonogiri, Pracimantoro dan Gunung Kidul, masih dikenal mengonsumsi jenis makanan ini sehari-hari. Tapi tidak semuanya sih, hanya beberapa aja yang masih makan makanan berbahan dasar singkong ini. Maklum, manusia jaman now, malu kali kalau masih makan Thiwul. Nggak salah juga sih karena penjajahan sudah dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Karena sudah jadi horang kayah, makanan jaman penjajahan juga perlu dihempaskan. Kalau saya, apa aja asal halal, sikaat Cuyy ... he he he. Kembali ke dunia gaplek. Thiwul ini bisa dimasak manis atau dimasak gurih. Sebagai pengganti nasi atau untuk jajanan pasar. Di Solo, banyak juga yang jualan Thiwul, kebanyakan sih untuk jajanan pasar seperti endog semut, thiwul ayu dan campuran lenjongan. Di daerah Gunung Kidul, nasi thiwul dinikmati dengan masakan pelengkap seperti sayur tahu tempe pedas atau sambel goreng ndeso, sayur dari daun singkong, oseng-oseng tempe pedas dan ikan tongkol. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Nasi tiwul kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras putih biasa dan juga bebas gluten alias gluten free. Cocok untuk penderita maag, diabetes, autoimun dan darah tinggi. Saat ini, banyak diproduksi Thiwul instan dengan berbagai rasa. Ada rasa coklat, gula jawa, pandan dan strawberry. Cara membuatnya pun lebih mudah, hanya mencampurnya dengan air lalu kemudian dikukus, jadi deh. Saya banget tuh, kalau malesnya kumat ... LoL. Tapi bagi yang sudah merasakan Thiwul original, sudah pasti lebih enak yang memakai cara lama. Untuk jualan, usaha bisnis aneka tiwul tradisional juga lebih ekonomis dan murah. Karena pernah diajari ilmu pergaplek-an dan jaminan rasa juga endol markendol, meski bikin jari tangan agak-agak pegel, saya share yaa resepnya Bukibuk ... BAHAN : - 500 gram tepung gaplek atau tepung tapioka (tepung cassava) - 200 ml air santan - 2 lembar daun pandan - 100 gram gula merah, sisir - 1 sendok teh garam Bahan taburan : - 250 gram kelapa muda parut sunggar atau panjang - ½ sendok teh garam Campurkan kedua bahan diatas lalu kukus selama 10 menit Cara membuat : - Masukkan tepung gaplek didalam wadah, perciki dengan air sedikit demi sedikit sambil diremas-remas hingga adonan berbutir seperti pasir, lakukan sampai semua adonan bergerindil. - Campurkan garam dan gula jawa sisir sampai tercampur rata - Masukkan adonan ke dalam dandang yang telah dipanaskan dan dialasi dengan plastik atau daun pisang, kukus ± selama 30 - 45 menit, angkat. - Sajikan tiwul bersama kelapa parut.

HAPPY COOKING ... BON APPETIT

# NOTES : - Gula jawa bisa diganti dengan gula palem dan bisa ditambahkan sesuai selera - Kelapa parut bisa disajikan secara segar atau tidak dikukus lebih dahulu - Selama proses mengukus, setelah 20 menit, aduk balik adonan Thiwul agar matang secara merata - Resep yang ada diatas adalah resep tiwul yang rasanya manis, untuk jajanan. Kalau ingin menyajikannya dengan sayur atau tiwul yang tidak manis, jangan tambahkan gula. - Cara membuat tepung gaplek : kupas singkong kemudian cuci sampai bersih lalu potong dengan ukurannya besar / lebar. Untuk mempercepat proses pengeringan potong singkong tipis-tipis. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Tumbuk, giling atau blender gaplek hingga menjadi tepung.

Wednesday, 17 January 2018

Di Solo, makanan ini sangat legend, dari dulu sampai sekarang tidak berkurang penggemarnya dan tersedia di setiap sudut kota terutama di pagi hari. Bukan Wong Solo namanya, kalau belum pernah makan makanan ini ... he he he. Daerah lain pastinya juga ada ya, yang namanya ketan ini, cuma beda bahan pendamping, cara mengolah dan menyajikan. Ada ketan sarikaya, ketan uli, kue dange dan masih banyak lagi. Ketan bubuk juruh Solo adalah beras ketan putih yang dikukus, lalu disajikan dengan cara ditaburi parutan kelapa, ditaburi bubuk kedelai dan siraman juruh atau sirup gula Jawa kental. Ketan bubuk disukai karena rasanya yang sangat mantap, yaitu pulennya ketan dipadukan dengan manisnya sirup gula jawa dan gurihnya bubuk kedelai. Ada juga yang memadukan ketan bubuk juruh ini dengan bubur lemu atau bubur beras. Sangat sederhana, tetapi rasanya uenak e pol, campuran gurih, manis dan legit yang mantap surantap ... LoL. Bahan dasar yang dipergunakan juga sangat simpel, beras ketan, kelapa, gula jawa dan kedelai. Meskipun banyak dijual di pasar tradisional dan toko kue, nggak ada salahnya kalau kita membuatnya sendiri dirumah yang tentunya lebih hemat dan sehat. Cara membuatnya juga gampang kok. Saya sengaja tidak memakai metode yang sering digunakan pada umumnya, yaitu mengukus ketan terlebih dahulu, lalu dimasak dengan santan mendidih dan setelah itu baru dikukus lagi. Kalau menurut saya sih tiga kali kerja ya, lagi pula karakter beras di setiap daerah berbeda-beda. Kalau berasnya doyan air hasil akhirnya jadi lembek dan nggak pulen. Lebih mudah seperti cara menanak nasi kuning. Beras rendaman dimasak bersama santan yang mendidih, setelah matang diamkan sejenak agar tanak atau santan meresap dengan rata, kemudian dikukus hingga matang. Bagaimana cara memasaknya, monggo kerso panjenengan nggih mbak-mbak, buk-ibuk ... yang penting hasilnya pulen dan enak.

Bahan – bahan: - 400 gram beras ketan, bersihkan lalu rendam dengan air selama 2 jam - 400 ml santan kelapa yang diperoleh dari 1/2 butir kelapa parut - ½ sendok makan garam dapur - 2 lembar daun pandan, simpulkan

Cara membuat : - Masak santan bersama garam dan daun pandan, hingga mendidih - Masukkan beras ketan sedikit demi sedikit, aduk hingga air meresap dan kesat - Diamkan selama ½ jam - Kukus ketan hingga matang ± selama 30-45 menit

Bahan pelengkap; - 250 gram kelapa, parut sunggar atau memanjang, campur dengan ½ sendok teh garam - 250 gram gula jawa, iris halus, campurkan dengan ½ gelas air, masak hingga cair dan kental - 250 gram kedelai, sangrai hingga terasa harumnya, campur dengan 1 sendok teh gula pasir, 5 lembar daun jeruk purut yang diiris halus dan 2 sendok teh garam dapur, blender sampai menjadi bubuk

Cara menyajikan : - Cetak ketan kedalam mangkuk bulat ( menurut selera ), pipihkan, taburkan kelapa parut diatasnya, bubuk kedelai dan siram sirup gula jawa dengan cara memutar - Ketan bubuk juruh siap disajikan

HAPPY COOKING

NOTES : # Untuk mendapatkan ketan yang pulen, perhatikan kadar air rebusan santan. Apabila beras ketan sudah setengah matang dan air terlihat banyak, segera kurangi air diatasnya. Apabila beras ketan masih keras dan air sudah menyusut atau kesat, tambahkan santan sedikit demi sedikit hingga mendapatkan tekstur beras yang setengah matang, tidak keras dan tidak lunak.

Wednesday, 10 January 2018

Sebenarnya sudah lama ingin mem-posting resep, cancel melulu karena banyaknya hal yang perlu diselesaikan. Maklum-lah kalau single, susah senang, sehat sakit, lompat sana lompat sini, kemana-mana juga mesti fight sendirian, derita gue ... Hiks. Btw, tentang makanan khas Sulawesi Utara ini, dulu, seringnya nitip bapak saya kalau pulang main tenis di stadion Manahan. Setahu saya di Solo cuma di tempat itu yang jual, Rp. 6000 sudah mendapatkan bubur Manado beserta perangkatnya, ikan asin dan sambal. Karena bapak saya sudah pensiun main tenis, jadi saya mesti belajar bikin sendiri. Rasanya nggak beda jauh sih, soalnya ada Ibu saya yang jadi guide-nya. Dulu sewaktu masih sekolah masak, sering praktek memasak makanan daerah, termasuk Tinutuan. Lanjut ke Tinutuan alias bubur Manado. Bubur manado sendiri adalah salah satu makanan alternatif untuk semua kalangan, baik dari kalangan anak – anak hingga orang dewasa. Bubur Manado mirip dengan bubur nasi pada umumnya, bedanya bubur Manado memiliki campuran dari sayur-sayuran menyehatkan yang mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Juga dari segi rasa, warna yang agak kekuningan serta bahan sayuran-sayuran seperti labu kuning, kangkung, bayam, kemangi, jagung, singkong dan ubi yang tercampur aduk dalam proses pengolahannya. Bubur Manado biasanya juga dihidangkan dengan ikan jambal asin dan sambal. Itu yang membuat bubur Manado ini terlihat unik dan tentu saja rasanya pun pasti maknyus. Proses pembuatan bubur Manado ini secara umum tidak sulit bahkan tergolong mudah dan praktis. Entah itu secara tradisional atau menggunakan rice cooker. Tinggal cemplang-cemplung aja, walaupun agak lumayan pegel karena tangan mesti ngaduk terus, printilannya juga banyak dan mesti sabar nungguin si bubur matang. Dari informasi yang bertebaran di Google, umumnya bubur Manado yang original, menggunakan sayuran khas Manado yaitu daun gedi. Tapi karena tanaman gedi di Solo tidak ada yang jual, maka bahan ini saya skip dari resep. Yang saya lihat dan baca di Wikipedia, tanaman gedi memiliki tampilan seperti pohon singkong, tinggi, beruas dan memiliki daun yang menjari. Gedi masih satu keluarga dengan kembang sepatu, kapas dan okra sehingga tak heran daunnya mengandung lendir sebagaimana halnya tanaman di dalam keluarga yang sama. Nah di bubur Manado, daun ini membuat tekstur bubur menjadi kental dan terasa lebih gurih. Hmm ... rasane koyo opo yo ? Lupakan daun Gedi, semoga besok-besok ada yang bisa dititipin ... LoL. Saya share resepnya ya, Bukibuk ... Bahan: - 130 gram beras ( 1 gelas takar kecil ) - 1 ½ liter air kaldu ayam - 2 buah jagung manis dipipil - 1 batang singkong atau ubi kayu, sekitar 300 gram, potong dadu - 1 buah ubi kuning, potong dadu - 400 gram atau 1 buah labu kuning kecil, kukus dan lumatkan dengan garpu - 1 ikat kangkung, potong kecil-kecil - 1 ikat kecil daun bayam, potong kecil-kecil - 2 batang daun bawang, iris halus - 3 ikat atau 1 mangkuk daun kemangi, ambil daun dan pucuk mudanya saja Bumbu: - 5 siung bawang putih, cincang halus - 2 sendok teh merica bubuk - 5 batang serai, ambil bagian putihnya saja dan memarkan - 1 sendok makan garam - 2 sendok makan gula pasir - 2 lembar daun salam - 1 sendok makan minyak untuk menumis

Cara Membuat : - Masukkan minyak, tumis bawang putih cincang hingga harum - Tambahkan air kaldu ayam, serai yang sudah dimemarkan dan daun salam, didihkan sampai beras melunak - Masukkan jagung manis pipil, singkong, ubi dan labu kuning, aduk. - Masak hingga jagung, singkong, ubi dan labu kuning melunak serta beras sudah mulai menjadi bubur. - Masukkan daun bayam, daun kangkung dan daun kemangi, masak hingga sayuran layu. - Masukkan garam dan gula pasir, aduk terus hingga merata dan bubur matang. - Cek rasa, tambahkan garam dan gula menurut selera agar rasa seimbang - Bubur Manado siap disajikan

Pelengkap: - sambal terasi - ikan teri atau ikan jambal roti, digoreng ( saya menggunakan geréh péthék atau ikan asin kapang )

HAPPY COOKING ... # NOTES : - Air kaldu bisa ditambahkan kalau terlihat menyusut dan beras belum lunak

Saturday, 11 November 2017

Tuesday, 22 August 2017

Sunday, 2 April 2017

Pulang ke kotamu Ada setangkup haru dalam rindu Masih seperti dulu Tiap sudut menyapaku bersahabat Penuh selaksa makna Terhanyut aku akan nostalgia Saat kita sering luangkan waktu Nikmati bersama suasana Jogja .... Lagu yang dinyanyikan Katon Bagaskara ini secetar membahana makanan khas Yogyakarta, Bakpia Pathok. Bulan lalu saya berkunjung ke rumah bude yang baru saja balik lagi ke Yogya, setelah lama tinggal bersama putra-putrinya di berbagai kota. Yang ada adalah nostalgia masa kecil saya karena pernah tinggal di sana dari TK sampai kelas 5 SD. Suasananya masih tetap sama cuma atmosfirnya aja yang berbeda. Daerah Minomartani yang dulu sepi sekarang telah berubah menjadi metropolitan Bakpia ... he he he. Sebenarnya saya kepengin melihat sentra pembuatan Bakpia dan kebetulan teman-teman sekantor bapak saya sekarang banyak yang menjadi juragan Bakpia. Karena waktu yang mepet dan mesti terbagi-bagi, niat itu saya urungkan dulu. Sebagai gantinya, saya browsing dulu resep-resep Bakpia yang beredar di internet. Hampir semua orang yang pernah berkunjung ke Yogyakarta mencicipi bakpia. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa sejak jaman dulu kala. Ada lebih dari 100 merek bakpia di Yogya. Masing-masing merek memiliki ciri khas yang unik dan dulu seringnya nih, memakai angka alias nomor rumah, jadi bukan nomor togel yaak ... he he he. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok atau Pathuk, Yogyakarta. Dalam sejarah, Bakpia berasal dari dialek Hokkian, yaitu dari kata "bak" yang berarti daging dan "pia" yang berarti kue, yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Seiring dengan berkembangnya jaman dan semakin ketatnya persaingan bisnis makanan, rasa dari bakpia berkembang banyak, ada rasa cokelat, keju, kumbu hijau dan kumbu hitam. Di Solo juga ada bakpia, namanya sama, tapi berbeda ukuran, cara pembuatan, teksur dan isiannya, lebih crunchy gitu. Bakpia Jogja lebih lembab dan ukurannya lebih kecil. Resep yang akan saya share kali ini, campuran antara bakpia Jogja dan Bakpia Solo. Kulitnya lebih gurih karena saya membuatnya dengan butter. Kacang hijau kupasnya juga tidak saya blender karena memang sudah empuk. Kesannya jadi kletrek-kletrek gimana gitu kalau diblender. Walaupun dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet, Bakpia ini bisa tahan sampai 5-6 hari dengan kelembutan yang sama, dengan catatan kalau cuma dipajang aja lho yaa, kalau disajikan, nggak ada sehari pun sudah ludes ... he he he. Ini pertama kalinya saya buat bakpia setelah browsing. Ada beberapa step yang sengaja saya lompati karena menurut saya cuma bikin rumit resep. Meskipun sudah berhasil bikin Bakpia, saya masih tetep keukeh pengen berguru sama pakar-pakar bakpia di Minomartani. Cara membuatnya tidak sesulit kalau kita membaca resep yang kelihatannya bertele-tele. Apalagi kalau kita pernah membuat phyllo pastry, lebih gampang karena kulit bakpia setipis phyllo pastry cuma dibuat bertumpuk-tumpuk. Lebih enak lagi kalau kita punya mesin pembuat pasta, tanpa perlu kemringet alias bersimbah peluh karena menekan adonan dengan rolling pin. Tekstur kulit yang dihasilkan juga bisa berlapis-lapis tapi tetap lembut. Dalam pembuatan kulit bakpia kali ini, saya menggunakan rolling pin, sedikit berolahraga karena badan saya sudah berasa seperti Kingkong ... LoL. Nggak sia-sia sih, adik dan bapak saya demen banget sama Bakpia ini. Saya share yaa resepnya ... Bahan isi kacang hijau : - 250 gram kacang hijau kupas, rendam selama 1 jam, tiriskan lalu kukus sampai matang, tekan-tekan dengan garpu, sisihkan - 200 gram gula pasir - 1 sendok teh garam - 100 ml santan kental ( kara atau apa saja ) - 2 lembar daun pandan, potong menjadi 2 bagian Cara membuat : -Campur kacang hijau kukus, gula pasir, santan, garam dan daun pandan. Aduk hingga rata. Masak dengan api sedang sampai adonan kering dan kesat. Angkat, dinginkan. Bahan isian coklat : - 100 gram tepung terigu protein sedang, sangrai selama 5 menit, dinginkan. - 25 gram susu bubuk - 3 sendok makan air es - 100 gram gula pasir - 75 gram mentega - 25 gram coklat bubuk Cara membuat : -Campur semua bahan isian, aduk sampai rata.

Bahan Kulit I : - 125 gr tepung protein sedang - 70 gr tepung terigu protein tinggi - 2 ½ sendok makan gula pasir - 100 ml air mendidih - 1 sendok teh garam - 50 ml minyak sayur

Bahan Kulit II : - 70 gr tepung terigu protein sedang atau all purpose flour - 25 ml minyak goreng - 1 sendok makan mentega

Cara membuat : - Kulit II : campur semua bahan, aduk rata dan sisihkan. - Kulit I : masukan gula ke dalam air mendidih, aduk sampai gula larut. Angkat, dinginkan. - Campur tepung dan garam, masukkan air gula aduk sampai kalis dan tercampur rata. Tuang minyak sayur sedikit demi sedikit, uleni hingga adonan kalis. - Gilas adonan kulit I hingga tipis, ratakan adonan II diatasnya, lipat seperti amplop lalu gilas lagi, lipat seperti amplop lagi lalu gilas, lakukan sampai 3 kali atau lebih, bungkus adonan dengan plastik wrap atau serbet, masukkan ke dalam lemari pendingin selama 1 atau 2 jam. - Keluarkan adonan, potong-potong menjadi 30 bagian, gilas tipis, lalu isi dengan isian kacang hijau dan coklat, masingmasing 15 bagian. - Tutup adonan hingga rapat, bentuk bulat, pipihkan - Panggang pada suhu 180'C selama 30 menit, balik bakpia lalu panggang lagi sampai sisinya berubah warna keemasan, angkat, dinginkan - Masukkan ke dalam wadah kedap udara - Bakpia siap disajikan

HAPPY COOKING ... ENJOY YOUR DAY ...

# NOTES : - Takaran gula bisa ditambah atau dikurangi menurut selera, bisa juga diganti dengan gula diet. - Mentega bisa diganti dengan margarin. - Bila belum pernah membuat phyllo pastry, bagi adonan kulit I dan II masing-masing menjadi 30 bagian, pipihkan adonan I, tumpuk adonan II diatasnya, ratakan, lipat seperti bentuk amplop, gilas tipis, lipat lagi, gilas lagi sampai semua adonan selesai, masukkan bulatan adonan ke dalam wadah, tutup dengan plastik wrap atau serbet, masukkan ke lemari pendingin. - Untuk mempercepat proses pemanggangan dan mendapatkan tekstur coklat keemasan masing-masing sisi, oven bakpia selama 20 menit, keluarkan, panggang bakpia ke dalam wajan teflon dengan api kecil selama 3 menit, balikkan, panggang 3 menit, angkat, dinginkan.

# SUMBER : WIKIPEDIA

Saturday, 1 April 2017



Loading...

MCC HOMEMADE

More Next Blog» Thursday, 8 February 2018 Create Blog Sign In About Me Blog Archive t t Resep yang akan saya share kali ini adalah Omah Semut,...

7MB Sizes 3 Downloads 6 Views

Recommend Documents

DFla homemade
Jul 25, 2017 - Definisi berkah atau barokah diterminologikan sebagai "az-ziyadah fil-khair" yakni kebaikan yang semakin

Fae-mom Homemade
Apr 19, 2017 - ... seiring perkembangan zaman, Korea pun mengadaptasi resep-resep masakan tersebut dengan menambahkan bu

MCC | Courses
CAPE Accounting is designed to provide a foundation for further study of Accounting at the pre-professional and professi

Homemade Pantorouter - HomemadeTools.net
DIY Pantorouter - comment on how to build a Pantorouter - 0 comments. Be the first to comment on this DIY Pantorouter, o

DIAZ Homemade Cookies
Sila email/SMS untuk pertanyaan dan runding harga... You might also like: ... Tepung gandum, mentega, serbuk badam, oat,

Homemade bread recipes easy
Arvind tax Roughing traveling batwoman mos 2013 study guide for microsoft word expert pdf uncandidly. Two-sided and ...

Homemade Cough Syrup- Dr. Axe
Try this homemade cough syrup recipe! The oils in this recipe will help to soothe the throat, boost the immune system an

MCC | Cape Programme
Communications Studies is a requirement for the award of the CAPE Diploma (six CAPE Units Courses), but Caribbean Studie

Usmc Mcc Codes - Doxearch
MCO 1326.7F. Jan 17, 2016 ... HEADQUARTERS UNITED STATES MARINE CORPS ... coordination with. HQMC for appropriate monito

Mcc Code Manual - oxygenforyourrelationships.com
Mcc Code Manual. If you are looking for the book Mcc code manual in pdf format, then you've come to loyal site. We prese